Powered By Blogger

Kamis, 21 November 2019



PROPOSAL
Pengajuan Budidaya Ayam Broiler KSTM Pondok Pesantren Fathul Adzmi




 




















Jl.Raya BojongCanar –Dahu Desa Mekarjaya Kecamatan. Cikedal Kabupaten . Pandeglang

KATA PENGANTAR

Santri merupakan orang yang menuntut ilmu pengetahuan agama yang tidak memandang usia mengingat kewajiban menuntut ilmu baik ilmu agama maupun ilmu umum merupakan sebuah kewajiban bagi seorang muslim. Adanya perkembangan teknologi dan warta digital yang super canggih disertai dengan adanya banyak sekali penemuan penemuan dibidang pertanian dan peternakan tentulah menjadi kewajiban bersama antara pemerintah tempat dan masyarakat.

Santri Milenial merupakan santri yang selalu dan siap mencari ilmu ditengah-tengah perkembangan tersebut diatas dengan impian santri tidak hanya bakir mengaji namun juga mempunyai bermacam Skill keterampilan umum termasuk keterampilan dibidang pertanian dan peternakan. Adanya perkembangan teknologi warta seorang santri juga dituntut untuk sanggup memanfaatkan teknologi sebagai media mencar ilmu tambahan. Memanfaatkan media social untuk kegiatan mencar ilmu dibidang pertanian dan peternakan menjadi langkah yang diambil oleh santri milenial.

Tentu mencar ilmu yang demikian itu sangatlah dirasa kurang oleh akibatnya diharapkan adanya bimbingan dalam rangka memantapkan pengetahuan yang diperoleh serta adanya modal guna merealisasikan pengetahuan yang didapat. KSTM Pondok Pesantren Fathul Adzmi sangat menaruh impian yang besar kepada perintah setempat kabupaten Pandeglang untuk ikut andil dalam mewujudkan impian tersebut diatas.

Demikian impian besar kami, Semoga Pemda Kabupaten Pandeglang bisa mewujudkan dan memperlihatkan pinjaman kepada KSTM Pondok Pesantren untuk bisa mencar ilmu dibidang pertanian atau peternakan berupa Budidaya Ayam Broiler Melalui Kelompok Santri Tani Milenial yang dikelola oleh KSTM Pondok Pesantren Fathul Adzmi.











Pandeglang,    November 2019






















BAB I

PENDAHULUAN

A.     LatarBelakang

Pondok Pesantren merupakan forum pendidikan non-formal yang memperlihatkan pengajaran keagamaan, pada awalnya santri mengaji di surau/bale/rumah kyai. Namun pada perkembagannya kemudian atas inisiatif kyai dan didorong juga oleh masyarakat sekitar pesantren kemudian dibuatlah sebuah tempat ala kadarnya untuk tinggal santri. Menurut domisili santri bisa dibagi menjadi dua dua bab nama santri yaitu santri mukim dan santri kalong.  Santri mukim ialah santri yang mengaji sekaligus juga menetap di lingkungan kyai (pesantren), sedangkan santri kalong merupakan santri yang tiba kerumah kyai atau tempat mengaji, namun mereka tidak tinggal di pesantren.

Pada perkembangannya pondok pesantren kemudian di administrasi serta dikelola dengan baik mengingat semakin banyaknya minat masyarakat yang menginginkan anak-anaknya untuk tinggal di pesantren, selain itu pondok pesantren juga menjadi salah satu binaan Kementerian Agama sehingga pondok pesantren juga dituntut untuk menyebarkan kecerdasan santri dibidang disiplin keilmuan umum namun tetap tidak meninggalkan keilmuan agama sebagai prioritas mencar ilmu santri, keadaan inilah yang mempelopori adanya kurikulum berbasis pesantren.

Adanya perkembangan dibidang teknologi warta tentu juga harus diimbangi oleh kemampuan santri dibidang sumber daya insan dengan impian jebolan santri pondok pesantren tidak kalah dengan lulusan pendidikan formal. Pendidikan pesantren kalau didukung sepenuhnya oleh pemerintah tentu juga akan menghailkan santri yang serba bisa dan siap untuk diterjunkan ke masyarakat guna menyelamatkan aksara bangsa Indonesia. Dewasa ini terdapat istilah gres yang dikenal dengan sebutan SANTRI MILENIAL, santri milenial merupakan santri yang siap serta bisa menghadapi perkembangan zaman yang serba digital serta santri juga dibekali dengan kemampuan kewirausahaan baik dibidang pertania, peternakan dan lain sebagainya.

Untuk mewujudkan terciptanya Sumber daya Santri yang disebut dengan Santri Milenial  tentulah menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah pusat, pemerintah tempat dan juga pondok pesantren. Namun perlu diketahui bersama bahwa untuk mewujudkan santri milenial tentulah membutuhkan sarana dan prasarana sebagai wadah untuk menyebarkan talenta santri sehingga santri tidak hanya bakir mengaji namun juga mempunyai kemanpuan wirausaha dan juga tidak ketinggalan warta yang semakin canggih jawaban adanya perkembangan warta digital (Digital Information).  

Banyak impian Pondok Pesantren kepada pemerintah untuk mewujudkan tujuan yang masih menjadi pekerjaan rumah pondok pesantren dalam mewujudkan aksara santri milenial yang siap menjunjung tinggi nilai-nilai pancasila yang didorong oleh background atau latar belakang santri. Oleh karenanya, kerjasama yang baik serta pinjaman pemerintah dalam rangka mewujudkan santri milenial sangat diharapkan, mengingat sumberdana pesantren sangatlah minim alasannya ialah hanya bersumber dari orang renta santri.     

B.      Maksud danTujuan

Maksud dan tujuan dari proposal ini ialah untuk memohon pengadaan bibit dan pakan ayam broiler kepada pemerintah tempat dalam bentuk hibah guna membekali keterampilan santri, sehingga santri mempunyai kemampuan wirausaha. Dengan terciptanya santri yang mempunyai kemampuan wirausaha diharapkan bisa mengurangi pengangguran yang ada di indoneisa, membuat santri yang tidak hanya bakir mengaji namun juga mempunyai skill atau keterampilan dibidang pertanian atau peternakan.


C.      Sasaran

Progam budidaya ayam broiler melalui kelompok santri tani milenial mempunyai target terwujudnya santri yang mempunyai kemampuan dibidang pertanian atau peternakan agar selain bakir mengaji santri juga bakir dalam bertani atau berwirausha dibidang peternakan.   

D.     Permasalahan

Sebagaimana yang telah disinggung diatas, tentulah banyak sekali yang menjadi titik problem atau permasalahan yang masih menjadi pekerjaan rumah pondok pesantren dalam membimbing dan mengajarkan kewirausahaan, mengingat modal yang di butuhkan tidaklah sedikit selain modal juga dibutuhkannya penyuluh yang mempunyai background atau latar belakang di bidang pertanian dan peternakan. Seberapapun modal yang ada kalau tidak dibimbing oleh ahlinya tentulah akan menjadi sia-sia dan kurang mengena. Oleh alasannya ialah itu, KSTM Pondok Pesantren Fathul Adzmi mempunyai permasalahan atau membutuhkan dana serta penyuluh dibidang pertanian dan peternakan untuk membekali para santri yang tergabung dalam kelompok Kelompok santri tani milenial.   

  



BAB II

KEADAAN UMUM


A.     Potensi Umum KSTM  Pondok Pesantren Fathul  Adzmi

Kelompok Santri Tani Milenial Pondok Pesantren Fathul Adzmi kalau dilihat dari faktor geografis mempunyai potensi yang cukup baik dibidang pertanian dan peternakan, mengingat lokasi KTSM Ponpes Fathul Adzmi  berada kecamatan Cikedal Kab.Pandeglang  yang sagat jauh dari perkotaan

Keadaan geografis KSTM Pondok Pesantren Fathul Adzmi perlu didukung dan dikembangkan oleh pemerintah tempat mengingat sarana dan prasarana pertanian berupa jalan masuk irigasi pertanian masih sangatlah minim. Penduduk lokal banyak yang menyampaikan HUJAN BANJIR GAK HUJAN KEKERINGAN.

Dibidang peternakan KSTM Pondok Pesantren Fathul Adzmi mempunyai lokasi yang masih luas untuk bisa dipergunakan sebagai tempat budidaya peternakan ayam Broiler dan tidak menggannggu kesehatan masyarakat alasannya ialah berada di pedesaan dan adanya lahan yang cukup jauh (Tidak Padat Penduduk) namun masih cukup akrab dengan permukiman sehingga memudahkan dalam pengelolaan peternakan ayamBroiler.
       
B.      Organisasi Pelaksana (Ketua, Sekretaris, Bendahara,Anggota)



Struktur Organisasi KSTM  Yayasan Fathul Adzmi



Ketua              :
Sekretaris       :
Bendahara     :
Anggota          :                           











C.      Rencana Anggaran Biaya (RAB)



NO
URAIAN
JUMLAH
HARGA SATUAN
(Rp)
JUMLAH
(Rp)
1
Pembuatan kandang
1(kandang)
3.000.000
3.000.000
2
Pengadaan bibit ayam broiler
500(ekor)
8.500
4.250.000
3
Pakan ayam
500(kg)
10.000
5.000.000
4
Tabung minuman
15(buah)
20.000
300.000
5
Tabung makanan
15(buah)
20.000
300.000
6
Obat,vaksin dan vitamin
1 paket sampai panen
3(set)
300.000
900.000
7
Tabung gas
3(buah)
110.000
330.000
8
Sekam
10(sak)
10.000
100.000
9
Koran
10(kg)
6.000
60.000
10
lampu
5(buah)
20.000
100.000
11
Tabung penyemprot hama
1(buah)
450.000
450.000






Total


14.790.000



D.     Tempat Pelaksanaan kegiatan dan lokasi

Tempat pelaksanaan kegiata” BUDIDAYA AYAM BROILER MELALUI KELOMPOK SANTRI TANI MILENIAL PONDOK PESANTREN FATHUL ADZMI” Berada tidak jauh dari lingkungan Pondok Pesantren Fathul Adzmi
  






BAB III

PENUTUP

Demikian proposal pengajuan “BUDIDAYA AYAM BROILER MELALUI KELOMPOK SANTRI TANI MILENIAL PONDOK PESANTREN FATHUL ADZMI” dibuat sebagai contoh bagi Pemda Kabupaten Pandeglang dalam memperlihatkan bantuan, besar impian kami untuk mewujudkan budidaya ayam Broiler tersebut diatas dalam rangka membekali keterampilan santri dibidang kewirausahaan berupa pertanian dan peternakan.

Tentulah dalam penyusunan proposal ini jauh dari kata sempurna, oleh alasannya ialah itu kami mohon bimbingan guna terciptanya sebuah kegiatan yang memperlihatkan imbas faktual serta terciptanya karekter santri yang mempunyai banyak sekali skill atau keterampilan dalam perjuangan sebagai wujud karekter santri yang milenial tidak hanya  bisa  mengaji namun juga bisa  berwirausaha. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar